Butuh Bantuan? Customer service Kang Dim's Laptop siap melayani dan membantu Anda.
Beranda » Artikel Terbaru » GANTENG Sih, Tapi Bukan MILIKKU.

GANTENG Sih, Tapi Bukan MILIKKU.

Diposting pada 3 November 2021 oleh juallaptop1jutaan | Dilihat: 18 kali

Kali ini memang sedikit nge-halu, betapa tidak kerennya dia. Cipratan keringat menetes dan mengalir di pelipis kulit khas Asia itu.

Sambil mengibas rambut lebat hitamnya dan menggandeng bola basket..

“Aaaaah… Super gantengnyaaa”
Teriak teman sekelasku.

Ganteng sih, tapi banyak yang suka. Tak patutlah gue bisa bersanding dengan tuan Mr. Handsome. 🙁

Terlalu banyak pesaing membuatku tak suka diri ini terkesimak dengan ketampanan semu.

Kiranya bagaimana rupa Nabi Yusuf as, yang teririslah jari jemari para ibu pejabat melihat wajah yang begitu bersinar.

Apakah sepadan si Virya disejajarkan dengan wajah menawan nabi yang tersohor sebab rupawan?

Hanya mengherani, yang tampan dipuja sebegitunya hingga berebut mencari perhatiannya. Apakah si Virya tidak menarik perhatian bagiku? Enggak tuh, hahah

Karena belum tentu milikku, semisalnya dia milikku, aku khawatir banyak ujian di dalamnya. Sedangkan aku orangnya posesive gini. Yang ada adalah emosi akan kepemilikan.. Ya Allah, jangan deh, bukannya setiap hal di bumi adalah PINJAMAN? Sebab ia akan dikembalikan dan ditanyakan.

“Pluk tuing tuing”.. suara bola menghantam benda keras, sepertinya kepalaku kena itu..
“Ah, sakit”.. pekik lirihku. Menghentikan pemikiranku yang dalam tadi.

“Maaf mbak, kena tipuk bola aku, maaf gak sengaja, gak papa kan kepalanya”.. dengan menyodorkan wajah bermandikan keringat khas anak cowok yang suka berolah raga.

“Eh, iya sakitlah.. gak papa mas” rasanya dadaku berhenti sesaat, namun harus segera kukuasai agar tidak terlihat menjadi salah satu anggota pemujanya.

Itu si Virya yang ngomong, pemirsaa.. Duh, hatiku rasanya, hihi. Ah, sudahlah, itu adalah adegan pemanis yang Allah kirim entah untuk menguji atau akan ada kisah berikutnya..

————–
Sepulang sekolah kali ini, aku izin agak terlambat pulang. Sepertinya akan asyik mampir sejenak ke toko buku dan komik di sudut kota ini. Sambil melepas penat otak setelah mendapat siraman Aljabar yang variabelnya entah pergi kemana yang harus menjadi buronan di tiap jam mata pelajaran Matematika, aku suka sih sama si do’i, hanya saja Matematika menolakku. 😂

Masuk ke toko buku itu rasanya seperti orang yang suka belanja baju, nah bagiku toko buku dan komik itu seperti itu. Pengen borong, tapi kantong tak muat. Wkwkw

Menyusuri jalan lorong berbariskan buku buku yang rapi sesuai kategorinya. Begitu menawan doodle art di sampul buku itu. Maa syaa Allah, betapa pintar, cerdas dan tekun penulis itu sehingga menciptakan karya sedemikan banyak.

Ah, kapan aku bisa seperti mereka? Dan karyaku ada dijajaran rak-rak itu.

“Bug”.. lagi lagi ada hantaman yang membuyarkan khayalanku. Kutoleh pelakunya dan…

“Maaf mba, gak papa?” Suara itu sepertinya tak asing lagi. Ya, suara laki-laki yang nipuk kepalaku tadi pagi di sekolah.

“Mas, sebenarnya aku ada salah kah sama kamu?”

“Sejak pagi tadi, ketipuk”
“Gak papa deh”
“Permisi”
Jawabku sambil meninggalkan dia yang merasa bersalah.

“Mbak..”
Panggilnya..

“Sebagai permintamaafku, silakan, Mbak boleh ambil buku yang Mbak mau, aku yang bayar”
“Serius kok, tapi jangan yang mahal ya”.. hahaha

Apa aku tidak salah dengar?
“Maa Syaa Allah, beneran? Jangan deh mas, toh aku gak terluka apapun kok”

Tolakku dengan sok bijak. Padahal di hatiku ingin menerima tawaran itu, kan lumayan buku gratis. 😅

“Iya Mbak, bener deh pilih segera.” Cetusnya.

“Apa boleh buat, jika kau memaksa” kataku sambil enggan menerima.

Dia dan aku memilih di lorong yang berbeda, tak disangka bertemu pujaan banyak gadis di sekolah di toko yang sama.

Yakinlah, perasaanku tetaplah sama, tak mencintai orang yang banyak pemuja, khawatir dia akan menyesal berpemilikan aku yang tak berwajah sempurna.

“Sudah mbak?” Tanya-nya agar segera dibayar di kasir.
“Iya, sudah.” Jawabku sambil menyerahkan buku gratisan pilihanku itu.

Aku berada di belakangnya, mengambil jarak agar tidak terlihat kita bersama, menjaga diri dan dirinya, siapa tahu dia berpunya pujaan juga.

” Ini, mas totalnya. Kalian sepasang ya?”
Kata mas kasir yang sepertinya suka usil dan penguntit. Suudzon sekali diriku.

“Enggaklah Om”, jawabku dengan sontak.

Eh tapi mas itu kok diem aja sambil senyum, dasar buaya kaya’nya nih Virya. Gitu kok dipuja banyak gadis di sekolah.

“Nih, bukunya. Maaf ya mbak”
“Sudah nipuk 2x dalam seharian ini”
“Mohon dimaafkan”

Bahasanya runtut dan sopan, memang bener jikalau gadis yang mendengar pastinya dia terbang ke awan dan lupa balik lagi sebab tangganya hilang, hehe.
Duh, hati.. inget diri. Elu gak sepadan dari sisi manapun.

“Makasih Mas, maaf merepotkan, tapi saya suka”

Aku memutuskan biar dia melangkah pergi dari toko buku ini duluan, agar aku bisa menjaga pandangan dan hati ini yang kejar-kejaran tak karuan.

“Setidaknya, aku cukup lama memperhatikanmu dan baru kali ini berani berbicara”

Tutup kalimatnya sambil melangkah pergi..

Kalimat Virya barusan itu membuat kakiku membatu dan menimbulkan banyak tanya.

Ah, pemirsa apakah dia buaya beneran?
Atau..
Namun, dilihat dari bahasa, gesture dan kesopannya bukan buaya.
Atau buaya dibalik baju kemeja yang rapi nun mempesona?

Sepertinya Virya seperti Aljabar, jawabannya tak perlu dicari, sebab dia akan berubah menjadi variabel berikutnya.

Sebab, saat ini belum usiaku untuk memiliki siapapun. Masih banyak variabel yang harus kususun, agar tidak seperti puzzle, jika hilang 1 tak indah kembali tanpa arti.

Bagikan informasi tentang GANTENG Sih, Tapi Bukan MILIKKU. kepada teman atau kerabat Anda.

GANTENG Sih, Tapi Bukan MILIKKU. | Jual – Beli Laptop 1 Jutaan

2 komentar untuk GANTENG Sih, Tapi Bukan MILIKKU.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 10%
CPU Lenovo Core 2 duo Ram 2gb Hdd 160Gb + LCD Dell 17″, Keyboard + Mouse Dell

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 1.800.000 Rp 2.000.000
Tersedia
OFF 7%
Asus K43E 14″ Intel Core i3 Gen.3 Ram 4GB Hdd 320GB

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 3.450.000 Rp 3.700.000
Tersedia
Rp 3.450.000 Rp 3.700.000
Stok: Tersedia
OFF 2%
(PRE-ORDER) DELL OPTIPLEX

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 9.300.500 Rp 9.500.000
Tersedia
Rp 9.300.500 Rp 9.500.000
Stok: Tersedia
OFF 4%
(NEW) Asus E203MAH 11,6″ Intel Celeron N400 Ram 2GB Hdd 500GB

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 5.100.000 Rp 5.300.000
Tersedia
SIDEBAR